Wijaya Karya (WIKA) Realisasi Kontrak Baru Capai 55,58 %


foto : ilustrasi dbs

Berita Ekonomi – Pada bulan November 2018 lalu, PT Wijaya Karya Tbk, (WIKA) berhasil mengantongi kotrak baru dengan nilai mencapai Capai Rp34,24 Triliun. Kontrak ini diyakini masih jauh dari target yang dipatok oleh perusahaan sepanjang tahun yang nilainya mencapai Rp 58 Triliun atau baru mencapai 55,58 persen.

Berdasarkan laporan dari IDX Channel, nilai kotrak tahun ini berasal dari segmen infrastruktur dan gedung sebagai penyumbang paling besar dengan nilai total mencapai Rp 26,17 Triliun. Hal tersebut diikuti perkembangan segmen industri dengan kontribusi senilai Rp1,78 Triliun serta segmen energi dan Industrial Plant sebesar Rp 1,67 Triliun.

Menurut Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Puspita Anggraeni, dari nilai kontrak secara year to date, nilai tersebut tumbuh 20 % lebih tinggi dibanding dengan perolehan perusahaan di periode yang sama di tahun lalu atau naik Rp 5,7 persen.

“keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi segmen infrastruktur dan gedung serta properti yang tumbuh signifikan di bulan ini.” Katanya dilansir dari Okezone, Senin 10/12.

Berdasarkan project owner, mayoritas kontrak baru dibuat berasalkan dari sektro private yaitu sebesar 52,57 % dan dilanjutkan bersama dengan BUMN sebesar 26,33 % dan pemerintah sebesar 21,11%. “Kami meyakini bahwa sejumlah proyek infrastruktur akan berhasil diraih pada akhir bulan Desember 2018, sehingga kontrak baru tercapai” tandasnya.

Lebih lanjut, tahun depan Wijaya Karya memiliki target kontrak baru sebesar Rp 70 Triliun. Target ini dikabarkan akan mengandalkan kontrak bernilai cukup besar melalui sebuah proyek MRT dan LRT.

“Tahun depan targetnya Rp 70 Triliun tapi akan kami konfirmasi lagi nilainya di akhir tahun, Kata Direktur Wijaya Karya Antonius NS Kosasih.

Lanjut Kosasih menambahkan, bahwa WIKA pada tahun depan masih mengerjakan mega infrastruktur seperi seperti pembangunan LRT ( Light Rail Transit) dan Mass Rapid Transit (MRT) tahap kedua. Keduanya diyakini akan berkontribusi besar bagi pemasukan dan perolehan kontrak emiten perusahaan BUMN tersebut.

Sementara untuk target tahun ini, WIKA optimis mendapatkan kontrak senilai Rp 58 Triliun. Padahal, Hingga bulan Oktober perseroan baru berhasil membukukan sebesar Rp 28,51 Triliun. (Irvan Chandra)

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *