Tol Pertama Di Bengkulu Segera Dibangun, PUPR Targetkan 2020 Beroperasi. |


Prosesi penandatanganan rencana proyek pembangunan tol pertama di Bengkulu

INFRASTRUKTUR – Akhir-akhir ini, Propinsi Bengkulu mendapat perhatian khusus dari pemerintah Presiden Joko Widodo. Hal ini mengingat propinsi yang terletak di pantai barat Sumatera tersebut, merupakan salah satu daerah yang paling lambat pertumbuhannya.

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah setempat bertekad untuk terus memajukan propinsi Bengkulu dengan menggenjot pembangunan infrastruktur di sejumlah lokasi. Harapannya, agar Bengkulu bisa berkembang menyamai propinsi lainnya, khususnya di pulau Sumatera.

“Dengan akan dibangunnya jalan tol yang menghubungkan Bengkulu hingga Lubuk Linggau, akan membuat koneksitas daerah ini jadi semakin baik,” ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersy disela-sela penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), jalan Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu di Rumah Dinas Gubernur, Bengkulu, Jumat, (15/3).

Rohidin menjelaskan, dengan posisi dan letak yang strategis di pantai barat Sumatera, propinsi Bengkulu akan menjadi pusat pertumbuhan baru. Terlebih lagi nanti juga akan terkoneksi dengan jalur kereta serta pengembangan bandara Fatmawati yang dikelola oleh Angkasa Pura dan meningkat menjadi bandara internasional.

“Ini semua akan semakin membuka propinsi Bengkulu yang selama ini sedikit terisolir. Kami optimis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 1 digit. Solus yang strategis dan efektif guna menargetkan Bengkulu dalam jangka 5 hingga 10 menjadi lebih baik,” tegas Rohidin.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek pembangunan jalan tol ini adalah bentuk pemenuhan aspirasi masyarakat Bengkulu. Pemerintah, kata Basuki, sangat memberikan perhatian ke Bengkulu karena selama ini dianggap terisolir.

“Saya berikan target paling lambat Maret 2021 sudah selesai. Dengan kerjasama yang baik, saya yakin target tersebut bisa terealisir. Kita sudah buktikan pada proyek tol Lampung sepanjang 140,9 km selesai dalam empat tahun,” ujar Basuki.

Basuki juga semakin yakin target penyelesain sesuai dengan rencana karena proyek tol ini dikerjakan oleh Hutama Karya, perusahaan BUMN yang sudah berpengalaman di sejumlah proyek.

Konstruksi jalan tol tersebut akan terdapat terowongan sepanjang 7 Km menembus bukit barisan dan jembatan bentang panjang yang membentang diatas lembah dengan ketinggian pilar mencapai 45-90 meter.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya, Bintang Perbowo menjelaskan, tol ini memiliki total panjang 95 km dan menjadi tol pertama di Bengkulu. Total biaya yang disiapkan sebesar Rp 33,12 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman perbankan.

Turur hadir dalam penandatanganan tersebut, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Kepala BPJT Danang Parikesit, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Hedy Rahadian, Sekretaris BPJT Abram Elsajaya Barus, anggota BPJT unsur Kementerian PUPR Agita Widjajanto dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *