Riwayat Pendidikan


Sejak Taman Kanak-kanak (TK) kecerdasannya berada di atas anak seumurnya. Ketika kakaknya yang sama-sama sekolah di TK memasuki Sekolah Dasar, Indra pun minta didaftarkan masuk SD meski usianya belum mencukupi.Uniknya, sejak kelas 1 sampai lulus SD, ia selalu menduduki posisi juara pertama. Padahal di SD, ia beberapa kali harus pindah sekolah dari Kumango, Batusangkar ke Padang Kota dan lulus di Kota Bengkulu Prestasinya di sekolah selalu menonjol bahkan hingga masuk SMP Negeri 2 dan sampai naik kelas 2 jurusan IPA di SMA Negeri 2 Bengkulu. Di SMP, sejak kelas 1 sampai kelas 3 nilai rapornya selalu tertinggi dari seluruh murid. Karena prestasi ini, setiap tahun Indra dinobatkan sebagai juara umum dengan nilai tertinggi. Prestasi ini berhasil dipertahankannya selama 3 tahun berturut-turut dan mengantarkannya membawa pulang tropi bergilir juara umum ke rumahnya. Di SMP juga, Indra pernah diutus mengikuti cerdas cermat dan pemilihan Pelajar Teladan. Ia juga sempat masuk daftar penerima beasiswa Super Semar tingkat SMP.

 

Sedari kecil, layaknya anak seusia belasan tahun, impian Indra Utama adalah menjadi dokter atau insinyur. Dua profesi yang membanggakan apalagi ditunjang prestasi sekolah yang bagus. Melihat prestasi siswanya yang tinggi dan merasa wajib mendorongnya, saat pengumuman kenaikan kelas dan penjurusan IPA atau IPS, kepala sekolah SMA Negeri 2 Bengkulu (saat itu Pak Mahmud–red) memberi saran agar Indra Utama pindah sekolah ke Jakarta. Singkat cerita, begitu naik kelas dua jurusan IPA, Indra Utama pindah ke Jakarta. Di Jakarta, ia tinggal di rumah adik mamanya (Ninik Sugito-red) di komplek Angkasa Pura, Jakarta Pusat. SMA negeri terbaik yang terdekat dari rumah tantenya adalah SMA 1 Boedi Utomo (Boedut). Pilihan akhirnya jatuh pada SMA Negeri 24 Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Selatan. Pertemanannya yang baik dengan sesama siswa SMA 24 Lapangan Tembak, meski terbilang anak baru, ia bisa diterima dengan baik dan bisa menjalin hubungan silaturahim yang baik sampai sekarang,khususnya sesama alumni kelas 3 IPA 5.

Lulus SMA, Indra kembali berniat meneruskan cita-cita masa kecilnya untuk menjadi dokter atau insinyur. Yakin dengan pilihan dan kemampuannya,Indra memilih Universitas Indonesia (UI) untuk jurusan Kedokteran, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk jurusan Geologi. Namun, ternyata kedua jurusan pilihannya ini bukan mauNya Allah. Indra tidak lulus dikedua pilihannya ini. Sempat mencoba mendaftar ke jurusan Akuntasi di STAN ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) namun kembali dewi fortuna belum memihak kepadanya. Keinginannya untuk tetap menekuni bidang kedokteran terus menjadi impiannya. Walau tidak masuk di Universitas Negeri, Indra Utama pada akhirnya mencoba untuk mendaftar di universitas swasta. Pilihan tertuju pada Universitas YARSI jurusan Kedokteran, Cempaka Putih.

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *