Progres Sejumlah Proyek Yang Positif, Dorong Saham Pollux Melambung |


Meisterstadt Batam
Meisterstadt Batam, salah satu proyek Pollux

PASAR MODAL – Harga saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) melesat pada perdagangan sesi II, Selasa (10/99) usai sempat berada di zona merah. Rencana perseroan membangun gedung tertinggi di Indonesia yakni di Batam, Kepulauan Riau, bersama keluarga mantan Presiden BJ Habibie menjadi katalis yang mendorong kinerja saham POLL.

Data perdagangan BEI mencatat, hingga perdagangan pukul 14.47 WIB, saham POLL naik 2,74% ke level Rp 4.130/saham. Volume perdagangan tercatat mencapai 238,60 ribu saham, senilai Rp 980 juta. Harga saham POLL tahun ini bergerak liar. Secara year to date harga saham POLL sudah melesat 135,43%.

Saham POLL pertama kali dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Juli 2018 dan merupakan perusahaan properti milik taipan Po Sun Kok. Po sebenarnya memulai bisnis di bidang garmen sejak 1980-an. Pabriknya berlokasi di Ungaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Keluarga Po Sun Kok memulai bisnis properti melalui Pollux Properti dengan proyek pertama di Singapura. Beberapa proyek properti Pollux adalah Park Residences Kovan, Metro Loft, Pavilion Square, dan Golden Park Residences. Setelah bertahun-tahun bermain di Singapura, keluarga Po akhirnya membangun properti di Indonesia.

Uniknya, kota pertama yang dipilih, bukan Jakarta maupun Bali, melainkan Semarang, kota yang membesarkan usaha Golden Flower Group. Properti pertama Po Soek Kok adalah Paragon City, yang terdiri atas Mal dan Hotel. Proyek kedua Pollux di Indonesuia juga berlokasi di Semarang, yakni apartemen W/R Simpang Lima.

Setelah itu, Pollux membangun banyak properti di Jakarta kota lain. Po Soen Kok menempatkan anaknya Nico Purnomo Po sebagai direktur di Pollux. Lalu, mantan Kapolri Timur Pradopo dan Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widaryatmo menjadi direktur di Pollux Properties.

Kini, Pollux mengandeng keluarga BJ Habibie membangun kawasan terintegrasi megasuperblock Meisterstadt di Batam. Di Kawasan ini digadang-gadang akan dibangun gedung tertinggi di Indonesia dan menjadikan Batam menjadi salah satu kota maju.

Berangkat dari pengalamannya menjadi Otorita Batam periode 1978-1998, Habibie menyebutkan, Batam ditargetkan bisa menjadi pusat industri manufaktur utama di Indonesia. Hal itu salah satunya yang menjadikan dasar pembangunan kawasan senilai US$ 1 miliar ini sekaligus menjadi investasi terbesar di wilayah tersebut.

“Batam selalu menjadi tempat yang menawan bagi saya. Melalui pembangunan Meisterstadt, mari kita bangun kota Batam agar menjadi kota yang maju dan sempurna dari segala sisi. Meistestadt adalah wujud nyata berbagai proses perkembangan kota Batam,” kata Habibie, dalam siaran persnya, pada Selasa (10/9).

Kawasan Batam dinilai sangat strategis dan dinilai menjadi penghubungan antara Indonesia dengan dunia. Hal ini menjadi salah satu daya tarik pembangunan properti di Kota Batam.

“Batam adalah salah satu kota yang memiliki daya tarik tersendiri dalam industri properti. Lokasi yang strategis serta potensi perkembangan dari berbagai sisi industri membangun keyakinan Pollux bahwa Meisterstadt akan menjadi salah satu Landmark terbesar di Batam,” kata Po Sun Kok, Presiden Komisaris Pollux Properti.

Hingga saat ini, kawasan yang ditargetkan akan memiliki 11 tower ini sudah menyelesaikan pembangunan empat tower pertamanya. Empat tower ini merupakan fase pertama dari pembangunan kawasan yang menggunakan konsep kemajuan Jerman.

Berdasarkan masterplan kawasan, tanah seluas 9 hektare itu nantinya memiliki universitas, mall, central park, 8 tower apartemen, 1 rumah sakit, 1 hotel dan kawasan niaga. Satu tower lainnya disebut-sebut akan menjadi gedung tertinggi dengan ketinggian sebanyak 100 lantai yang akan digunakan sebagai perkantoran.

“Proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,” kata Ilham Akbar Habibie, Honorary Chairman Pollux Habibie International.

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *