Pilih Tanggal Cantik Topping Off, Synthesis Residence Kemang Segera Rampung |


Topping Off Synthesis Residence Kemang
Synthesis Development menggelar seremonial topping off (penutupan atap) sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi Synthesis Residence Kemang, di Jakarta, Kamis (12/12).

BERITA PROPERTI – Synthesis Development menggelar seremonial topping off (penutupan atap) sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi apartemen kelas menengah atas Synthesis Residence Kemang, di Jakarta, Kamis (12/12). Prosesi tersebut dilakukan di atas rooftop tower Nakula dan Sadewa oleh para jajaran pimpinan Synthesis Development.

Antara lain Budi Yanto Lusli selaku Chief Executive Officer (CEO), Herbert Herrero selaku Chief Operation Officer (COO), Fianty R Gosal selaku Techincal Services Group Director dan Thomas Sadikin selaku Managing Director. Fianty menjelaskan, pengerjaan proyek apartemen dilanjutkan ke tahap penyelesaian untuk fasad bangunan.

“Pengecoran beton atap untuk Synthesis Residence Kemang menggunakan inovasi Korean Aluminium Formwork System, sejalan dengan pemasangan fasad bangunan yang dimulai dari bawah dengan dinding precast dan menggunakan kusen aluminium YKK full system,” jelas Fianty.

Seentara itu, General Manager Synthesis Development Imron Rosyadi, menuturkan di tengah kondisi ekonomi makro yang masih melambat, properti menengah atas turut terkena imbas. Namun, ia mengatakan kalau demand masih tetap ada. Hal ini terbukti dari banyaknya konsumen yang datang untuk melihat show unit.

“Market menengah ke atas itu banyak, terbukti banyak yang minat sama show unit ini. Tapi yang saya diskusi memang proyek yang terserap adalah yang punya trust dan nilai lebih. Kalau yang biasa aja, maka market menunggu,” terangnya.

Tower Nakula dan Sadewa akan dibangun kembar seperti yang ada dalam filosofi Jawa. Imron menuturkan, proyek ini akan mengusung konsep heritage Indonesia. Bukan hanya dari sisi desain tetapi juga budaya. Saat memasuki area apartemen, para penghuni akan disambut dengan beberapa patung wayang.

“Ada rumah joglo di lobi utana. Ini kami peruntukkan bagi kelas menengah atas yang merasa hidup di Jakarta itu sudah crowded, penat, dan bikin stres. Desain resort, disambut patung, rumah joglo semi private dan lobi masing-masing tower yang private. Lalu di unitnya menjadi very private,” terangnya.

Konsep ini sangat cocok bagi segmen pembeli Synthesis Residence Kemang, yang merupakan para ekspatriat atau pensiunan yang ingin menghabiskan waktu di Jakarta dengan suasana berbeda.

Di tower Nakula dan Sadewa, totalnya ada 725 unit dengan porsi tipe 2 bedroom sebanyak 50%, 1 bedroom sebanyak 25% dan 3 bedroom 25%. Harganya dijual mulai Rp 1,4 miliar untuk 1 bedroom, Rp 2,5 miliar untuk 2 bedroom dan Rp 4 miliar untuk 3 bedroom.

“Untuk 2 bedroom, ada 3 tipe lagi yang luasnya terdiri atas 54 m2, luas 63 m2 dan luas 73 m2. Ini memang Beda di luasan saja. Kalau untuk tipe 3 bedroom, ada yang luasnya 102 m2 dan 107 m2,” tukasnya.

Thomas Sadikin juga menambahkan, Synthesis Residence Kemang mengusung kreativitas dan diferensiasi sebagai residensial resort bernuansa heritage Jawa modern. Dengan konsep ini, penghuni akan tinggal di sebuah hunian idaman.

“Dalam kawasan apartemen Synthesis Residence Kemang, akan dihadirkan lingkungan asri yang segar dan menenangkan sehingga menciptakan suasana kedamaian,” jelas Thomas. Di area terbuka hijau itu akan dibuat Taman Tirta Astana yang di dalamnya terdapat kolam renang dan kolam ikan dengan konsep ala kerajaan Jawa.

Selain itu hadir juga Teras Srikandi, area komersial untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni berupa restoran, kafe, dan pasar swalayan. Demi menambah kenyamanan, di area ground floor tak disediakan tempat parkir mobil. Mobil hanya diperkenankan untuk drop off di lobi, dan untuk parkir sudah disediakan empat lantai di basement.

Masih ada satu menara lagi (Arjuna) di lokasi ini, namun masih belum dipasarkan. “Manajemen Synthesis Development menjamin kecepatan, kerapihan dan kualitas pekerjaan proyek ini, agar penghuni benar-benar merasakan kenyamanan tinggal di apartemen bernuansa etnik dan berkonsep resort ini,” pungkas Thomas. (Artha Tidar)

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *