Momen Pilpres dan Lebaran Telah Usai, Pasar Properti Mulai Tancap Gas |


TYPE LAVANDA di proyek Metland Menteng

BERITA PROPERTI – Pengembang berharap menghirup hawa segar penjualan properti nasional dan melontarkan sejumlah optimisme baru pada semester kedua di 2019. Sebelumnya pada semester pertama, pasar properti sedikit melambat akibat sejumlah peristiwa, seperti Pemilu Presiden dan Idul Fitri.

Emiten properti, PT Hanson International Tbk. mengungkapkan pemilihan umum yang berlangsung pada kuartal kedua pada 2019 membuat pelaku bisnis properti menahan diri, namun tak sampai akan berdampak negatif pada kinerja penjualan. Perusahaan masih optimistis bahwa pemintaan properti masih tetap ada dan bakal lebih baik lagi.

Perusahaan properti yang digawangi oleh Benny Tjokrosaptro itu bahkan berencana memperbesar kepemilikan lahan, hingga 6000 hektare hingga akhir tahun ini. Hanson baru memiliki landbank seluas 4900 hektare. Hal ini disampaikan Dessy A. Putri, Head of PR & Communication PT Hanson International Tbk.

Ia mengatakan momentum Lebaran, kata dia justru menjadi waktu tepat untuk mengakuisisi lahan dengan harga miring. “Kami membeli tanah dicicil-cicil. Momentum Ramadan adalah saat yang tepat untuk beli tanah, karena banyak masyarakat yang menjual untuk kebutuhan Lebaran,” jelas Dessy, dilansir Rumah.com.

Gencarnya akuisisi lahan yang dilakukan oleh emiten berkode saham MYRX itu sejalan dengan ambisi pembangunan Grand Jakarta, yang akan direncanakan terintegrasi dengan sarana transportasi seperti KRL.

Penjualan perusahaan saat ini juga masih ditopang dari proyek-proyek di segmen menengah dan bawah, seperti Citra Maja Raya 1 dan 2, yang bekerja sama dengan Ciputra Grup, serta Forest Hill dan Milenium City.

Sementara itu, PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) memproyeksikan penjualan properti baru mulai membaik pada Agustus 2019 setelah melewati masa politik dan lebaran. Hal tersebut yang mendasari MLTA  hanya membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 10% tahun ini.

Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Thomas J. Angfendy mengaku, secara garis besar target pertumbuhan pada 2019 ini mampu dicapai, kendati tak sebaik di tahun lalu. Lambatnya penjualan properti pada awal tahun ini, lantaran momen lebaran yang berdekatan dengan Pemilihan Presiden.

Perusahaan akan lebih menjual banyak lot komersial yang akan difinalisasi tahun ini. Usai berlangsungnya Pemilu dan Hari Raya Idul Fitri, ia memprediksi pasar properti tidak secara otomatis akan membaik. Perusahaan memperkirakan baru bisa mengejar target dimulai pada Agustus hingga akhir tahun ini.

Pengumuman pemenang Pilpres baru terjadi pada Mei yang dilanjutkan masa Lebaran pada Juni. Secara historis penjualan properti saat lebaran selalu melemah dengan fokus masyarakat pada tingkat konsumsi. “Market signifikan bagus (pada semester kedua 2019) nggak juga, tapi lebih baik dari sekarang semester pertama,” tekannya.

PT Ciputra Development Tbk. juga melihat peluang untuk mengoptimalkan kinerja penjualan pada semester II/2019. Direktur Independen Ciputra Grup, Tulus Santoso melihat ada banyak katalis positif yang pasar properti nasional pada semester kedua 2019. Katalis itu antara lain adalah selesainya momen Pilpres.

Juga, tingkat suku bunga yang diproyeksikan membaik dengan tren menurun. “Dengan segala katalis positif tersebut, perusahan tinggal menanti pasar dan lebih meluncurkan produk yang tepat sasaran. Perusahaan akan menyasar pasar di bawah Rp1 miliar,” katanya.

Namun, emiten berkode saham CTRA itu juga realistis bahwa situasi pada semester pertama 2019 kurang menguntungkan bagi sektor properti dengan sentimen Pemilu dan libur hari raya. CTRA hanya membidik pertumbuhan penjualan 5% hingga penghujung akhir tahun ini.

“Kami optimistis tahun ini. Tetapi masalahnya, kesempatan sudah hilang setengah tahun, karena libur panjang dan Pemilu. Setengah tahun ini bahkan tampaknya lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Pada semester kedua juga kan tidak signifikan membaik, tapi secara bertahap,” jelasnya akhir pekan ini.

CTRA dipastikan akan segera meluncurkan tiga proyek pada paruh kedua tahun ini, yakni proyek rumah tapak di Jakarta Barat dan Sentul, serta proyek apartemen di Jakarta Timur. (Artha Tidar)

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *