Kembangkan Peta Digital Properti, Knight Frank Bantu Proyeksi Investasi |


Knight Frank Indonesia meluncurkan peta infrastruktur digital.

BERITA PROPERTI – Perusahaan konsultan properti Knight Frank Indonesia (PT Willson Properti Advisindo) kini merilis peta digital properti, infrastruktur, berikut aneka fasilitas publik, pada Rabu (7/8), di Jakarta. Peta dimaksudkan demi memudahkan pebisnis melakukan analisa investasi dalam pengembangan proyek properti.

Pada tahap pertama peta mencakup wilayah megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Nantinya akan diperluas ke kota-kota besar lain. “Datanya akan dilengkapi secara bertahap, dan diperbaharui sesuai perkembangan,” kata Hasan Pamudji, Senior Associate Director Knight Frank.

Dalam peta digital ditampilkan proyek properti eksisting (sudah beroperasi) berikut data rincinya, infrastruktur di dekatnya dan wilayah sekitarnya seperti jalan tol, jalur MRT dan LRT, kereta komuter, pelabuhan, dan bandara, berbagai lini transportasi umum, serta fasilitas publik yang ada di sekitarnya.

“Peta menggunakan basis Google Map. Bedanya dengan Google Map, peta digital Knight Frank disertai data rinci mengenai propertinya seperti tinggi bangunan, jumlah unit, dan lain-lain. Selain itu Google Map hanya mencantumkan properti, infrastruktur, dan fasilitas eksisting,” jelasnya.

Ia menyebutkan, peta disusun sejak awal Januari 2015 menyusul fokus pemerintah membangun infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Nantinya proyek-proyek properti, infrastruktur, dan fasilitas publik yang sedang dan akan dikembangkan akan bisa ditampilkan. Sebelumnya Knight Frank sudah memiliki peta tersebut.

Namun, peta itu berbentuk cetak yang tak fleksibel diperbaharui dan sulit dibaca. Kini pencarian data bisa diakses berdasarkan subjek properti dan radiusnya, roadmap atau mode satelit, dan street view. Saat ini sudah 700 properti residensial dan 1.900 properti komersial di Jakarta, Bodetabek, Karawang, Surabaya dan Bali.

Menurutnya, peta digital ini sangat berguna bagi bisnis properti karena membantu memilih lokasi, menganalisis kompetisi di pasar, dan mengetahui dukungan infratruktur dan fasilitas di sekitarnya. “Apalagi, investor asing, sangat perlu peta semacam ini untuk memahami potensi wilayah untuk pengembangan proyek properti,” katanya.

“Ini baru soft launching,” ujar Hasan dan memastikan peta digital KF Inframap bisa diunduh melalui situs kfmap.asia, kendati belum semua datanya lengkap. “Investor bisa mendapatkan gambaran dengan helikopter view di kawasan yang siap dikembangkan,” tuntas Hasan.

Penyusunan peta digital Knight Frank mendapat dukungan dari Henley Business School University of Reading Malaysia, yang antara lain memiliki prodi bisnis real estate. KL Chin, dosen real estate universitas itu yang hadir dalam acara ini, menyatakan, ilmu real estate tak hanya soal rekayasa lahan dan bangunan tapi juga bisnis.

“Yang dipelajari mulai dari teknik, bisnis dan manajemen, marketing, penilaian, hingga feasibility study (studi kelayakan). University of Reading yang saat ini ada di empat Negara (Inggris, Afrika Selatan, China, dan Malaysia mengajarkan semua itu,” katanya. Peta digital akan membantu proses investasi dalam real estate. (Artha Tidar)

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *