Kebutuhan Digital Makin Tinggi, HSBC Indonesia Kembangkan Layanan e-SBN


(Ki-ka) Head of Digital Retail Banking and Wealth Management HSBC Indonesia Willy Budiman, VP Communications HSBC Indonesia Alina S. Pranoto, Head of Wealth Management HSBC Indonesia Steven Suryana, menunjukkan fitur terbaru mobile banking HSBC

INFO PERBANKAN – PT Bank HSCB Indonesia (HSBC) menghadirkan layanan baru, dengan menjual Surat Berharga Negara (SBN) yang dapat dibeli secara elekronik (e-SBN). Head of Direct Channel dan e-Banking HSBC Indonesia Willy Budiman mengatakan, hadirnya layanan tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembangkan dan menawarkan kapabilitas perbankan digital sebagai salah satu penyediaan layanan wealth management.

“Visi kami adalah untuk memberi akses always-on terhadap seluruh produk dan layanan finansial secara digital sehingga dapat memudahkan dan membantu nasabah. Semakin berkembangnya teknologi memberikan peluang bagi perseroan untuk menjawab kebutuhan keuangan digital, khususnya terkait dengan investasi yang belum marak disentuh. Karena aspek pengelolaan keuangan tidak semata mencakup pembayaran dan pembelanjaan, tetapi juga perencanaan dan pengelolaan investasi,” ujar Willy dalam siaran pers.

Sementara itu, Head of Wealth of Management HSBC Indonesia Steve Suryana mengatakan, produk SBN ritel terbaru tersebut, dengan seri SBR007 akan ditawarkan sejak tanggal 11 Juli 2019 melalui internet banking HSBC. Layanan produk baru tersebut ditawarkan dengan harga minimum Rp1 juta, dengan target pasar nasabah perseroan sendiri.

“Rendahnya harga minimum yang ditawarkan juga, lanjut Steve, sekaligus menjadi sarana edukasi nasabah bahwa investasi keuangan adalah cara yang relatif lebih efektif untuk perencanaan keuangan jangka panjang dibanding deposito dan tabungan. Hingga paruh 2019 ini, bisnis wealth management perseroan masih tumbuh secara positif. Dia mengharapkan pertumbuhan positif ini bisa berlanjut hingga semester II/2019,” kata Steve.

Dijelaskan Steve, segmen wealth management secara berkala trennya sangat positif dan kalau di lihat di Indonesia bisnis ini masih baru dengan peluang yang masih sangat besar. Steve mengutarakan, masyarakat Indonesia pada umumnya masih banyak yang lebih memilih produk perbankan seperti tabungan dan deposito karena bisa memberikan yield yang lumayan tinggi.

Namun, ke depan kata Steve, tren wealth management akan semakin besar, masyarakat akan mulai mencari alternatif investasi yang ditawarkan di layanan wealth management. Bisnis wealth management juga memberikan kontribusi yang positif terhadap pendapatan komisi (fee based indome) dan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan hingga kuartal II/2019. “Wealth managemen memiliki komposisi revenue yang cukup baik ke fee based income dan net interest income,” tegasnya.

Source link

Please follow and like us:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *